Tampilkan postingan dengan label wisata tarakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata tarakan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Oktober 2011

Hutan mangrove Tarakan

Kawasan konservasi hutan mangrove Tarakan masih memerlukan perhatian agar lebih memberi manfaat ke masyarakat. Keberadaan hutan mangrove di Kota Tarakan memang tak disangsikan. Terasa sangat indah, nyaman dan asri. Bahkan, hutan kota seluas 9 hektar yang masih akan diperluas menjadi 13 hektar itu sudah menjadi icon Tarakan di mata pelancong mancanegara.
Bekantan di Hutan Mangrove Tarakan



Tugu-tugu peninggalan yang ada di Tarakan

Tugu Perabuan Jepang
Tugu perabuan Jepang terletak di jalan Markoni Gg.III dengan jarak 4 km dari pusat Kota Tarakan (Borneo), tugu ini merupakan saksi sejarah kehadiran orang-orang Jepang ini berbentuk segi empat pipih di lengkapi dengan tulisan kanji. Tinggi bangunan 2 m, lebar 50 cm bagian dasarnya di buat tiga tingkatan di lengkapi dengan 2 lubang kecil berdiameter 5 cm hal terdapat tulisan kanji yang terdapat pada bagian depan sisi kiri tugu, bangunan persegi ini sebagai tempat upacara penguburan abu jenazah orang-orang Jepang yang meninggal, tugu ini di bangun tahun 1933, hal ini merupakan bukti sejarah awal kedatangan orang-orang jepang di Trakan yang kemungkinan sebagai pedagang dan selanjutnya Trakan di jadikan rute ekspansi tentara Jepang bagian Timur Indonesia pada masa Perang dunia II.


Peninggalan Sejarah Kota Tarakan Borneo - Ardiz Tarakan Borneo


Jumat, 21 Oktober 2011

wisata pantai amal

Membahasa pesona wisata bahari di Kota Tarakan khususnya terkait wisata pantai amal mungkin ada baiknya kita lebih dahulu memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan “pantai amal“? apakah sebuah pantai tempat sarana sosial atau murni tempat obyek wisata di kota Tarakan Provinsi Kalimantan Timur.

pantai amal tarakan



iraw tengkayu

Pesta Iraw Tengkayu adalah suatu bagian dari unsur kebudayaan Indonesia yang lahir dan berkembang pada masyarakat tidung sebagai bentuk interaksi dengan lingkungan sekitarnya.

Tradisi ini untuk memperlihatkan sesuatu tindakan rasa syukur masyarakat yang diberikan melalui aktifitas mereka sebagai nelayan sehingga pesta ini dikonotasikan sebagai pesta laut.


sejarah singkat kota tarakan

Sejarah Tarakan dari segi  linguistik ternyata asal usul kata kota tarakan berasal dari dua suku kata yaitu “Tarak” artinya “bertemu” dan “Ngakan” yaitu “makan” yang menurut penduduk setempat secara harfiah dapat diartikan “Tempat para nelayan untuk istirahat makan, bertemu serta melakukan barter hasil tangkapan dengan nelayan lain”. kata tersebut pertamakali perkenalkan oleh penduduk asli tarakan yaitu suku Tidung. Menurut suku asli Tarakan tersebut, Tarakan juga merupakan tempat pertemuan arus muara Sungai Kayan, Sesayap dan Malinau.